Nim : B53218064
CARA MENANGANI BULLYING DI SMA NEGRI 46 JAKARTA
A. PENDAHULUAN
Pembulian mungkin suatu hal yang tak aneh lagi di telinga kita, karna hal ini memang sudah masyhur dan sering terjadi di Negara kita ini. Pembulian biasanya terjadi di kalangan anak-anak dan para remaja dan terjadinya pembulian biasanya sangat sering terjadi di lingkungan sekolah. Bullying di sekolah seperti tidak ada habisnya dari waktu ke waktu. Kasus-kasus senior menggencet junior terus bermunculan. Beberapa kasus bullying berikut ini menunjukkan tak perlu takut bila menjadi korban bullying untuk melakukan perlawanan atau melaporkannya ke polisi, untuk memberi pelajaran pada pelaku agar tak bertindak semena-mena lagi. Nah, berikut ini adalah contoh kisah pembulian yang terjadi dikalangan remaja yaitu anak SMA yang ayahnya menceritakan bahwa anaknya telah menjadi korban pembulian oleh kakak seniornya.
Okke Budiman, siswa kelas 1 SMA 46 mengaku dianiaya oleh seniornya siswa kelas 3. Kejadiannya berawal saat pelaku berinisial B sering meminjam motor Okke. B disebut-sebut pentolan siswa kelas 3 di SMA 46. Menurut ayah Okke, Ceppy Budiman, B sering meminjam motor anaknya dengan memaksa dan perlakuan kasar.
"Seperti mengembalikannya tengah malam dan mengembalikannya dengan sangat tidak sopan dan tidak berterimakasih seperti menendang motor dan meludahinya," ujar Ceppy melalui surat elektronik yang diterima detikcom, Sabtu (3/4/2010).
Kejadiannya berawal pada 17 Februari 2010 lalu. Saat itu, kata Ceppy, anaknya langsung pulang tanpa izin B saat bubaran sekolah. Namun, niat itu malah berbuah naas.
Dia dipaksa dipanggil dengan ancaman akan dihabisi besok hari apabila dia tidak menggubris panggilannya. "Dengan dikelilingi senior-seniornya yang lain, anak saya mengalami beberapa pemukulan dengan helm dan tangan kosong, tendangan di punggung, dan 5 sundutan rokok di lengan kanannya," papar Ceppy.
Ceppy mengaku, anaknya langsung kabur menuju kantornya dalam keadaan kesakitan. Okke malah sempat trauma beberapa hari.
"Sore itu pukul 15.00 WIB langsung bersama anak saya pergi ke sekolah SMA 46 di Jl Fatmawati untuk melapor kejadian ini kepada guru-guru dan kepala sekolah, saat itu mereka berjanji untuk menyelesaikan masalah ini seadil adilnya," jelasnya.
Tak puas, Ceppy juga melaporkan B ke Polres Jakarta Selatan. Ceppy resmi melaporkan B melalui Laporan Polisi no 268/K/II/2010/Res.Jaksel tanggal 17 Februari dengan tuduhan penganiayaan berat.
Akibat penganiayaan dan pembulian tersebut, lanjut Ceppy, anaknya mengalami trauma cukup dalam. Akhirnya, ia berinisiatif untuk mengeluarkan Okke dari SMA 46.
"Saya tidak banyak menuntut, sudahlah saya keluarkan anak saya. Sekarang dia Home Schooling saja," tandasnya.
B. OBJEK KAJIAN
1. KAJIAN MATERIAL
CARA MENANGANI BULLYING DI SMA NEGRI 46 JAKARTA
2. KAJIAN FORMAL
Ketika seseorang yang telah menjadi korban bullying ini pastinya mendapat tekanan hebat dihatinya dan sangat membutuhkan sentuhan-sentuhan kerohanian agar dirinya dapat kembali seperti semula. Secara islami ketika seseorang mengalami kegelisahan, tertekan, cemas, takut dll ada beberapa hal yang perlu di lakukan agar hati kita kembali kepadaNya ialah sebagai berikut :
• Memperbanyak sholat
• Memperbanyak berdzikir
• Lebih mendekatkan diri kepada Allah
• Memperbanyak dzikir laa ilaaha illallah
C. RUMUSAN MASALAH
1. Membahas tentang kejadian pembulian
2. Bagaimana cara mengatasi korban yang trauma karna pembulian
D. TUJUAN
1. Agar mengetahui bagaimana cara mengatasi korban yang trauma karna dibulli
2. Untuk mengetahui cara menangani bullying secara islami
E. KONTRIBUSI
• Masyarakat umum
Sebagai masyarakat yang sangat berperan aktif dan merupakan salah satu pengaruh besar di lingkungan khusunya tetangga jika di lingkungannya terdapat seseorang yang menjadi korban bullying ialah harus bersikap bijak dalam artian jangan memojokkan si korban, yang harus di lakukan ialah membantu korban untuk melupakan kejadian tidak enak tersebut dengan mensupportnya.
• Praktisi konselor
Dalam konseling, konselor adalah seseorang yang membantu seseorang yang seperti memiliki problema kehidupan agar tetap tenang dan tidak panik. Nah, disinilah peran konselor dibutuhkan dalam menghadapi korban bullying, dengan cara mengonsultasi klien tersebut dan membawa klien tersebut agar tetap tenang dan perlahan melupakan kejadian itu.
• Akademisi atau Peneliti
Bagi akademisi atau peneliti supaya penelitian ini dapat di teliti kembali dengan metode atau cara yang berbeda dan bisa juga dengan objejk yang berbeda.
F. REFERENSI
https://news.detik.com/berita/1979089/5-kasus-bullying-sma-di-jakarta
https://cintalia.com/kehidupan/tips-kehidupan/cara-mengatasi-pembuliansecaraislami